Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani.

Segala puji tertentu bagi Allah, Tuhan yang memelihara dan mentadbirkan sekalian alam. Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani. Yang Menguasai pemerintahan hari Pembalasan (hari Akhirat). Engkaulah sahaja (Ya Allah) Yang Kami sembah, dan kepada Engkaulah sahaja kami memohon pertolongan.

Tunjukkan kami jalan yang lurus. Iaitu jalan orang-orang yang Engkau telah kurniakan nikmat kepada mereka, bukan (jalan) orang-orang yang Engkau telah murkai, dan bukan pula (jalan) orang-orang yang sesat.

Jun 9, 2015

Doa kebahagiaan di dunia dan akhirat

Diantara doa yang Allah Ta’ala ajarkan dalam Al Qur’an adalah doa:

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“Ya Allah, berikanlah kepada Kami kebaikan di dunia, berikan pula kebaikan di akhirat dan lindungilah Kami dari siksa neraka.”
(QS. al-Baqarah : 201).

May 24, 2015

Imam Hanafi dengan anak kecil

Numan bin Tsabit atau yang biasa kita kenal dengan Abu Hanifah, atau popular disebut Imam Hanafi, pernah berselisih atau terserempak dengan anak kecil yang berjalan mengenakan sepatu kayu.

"Sang imam berkata, "Hati-hati nak dengan sepatu kayumu itu! Jangan sampai kau tergelincir."

Anak kecil ini pun tersenyum dan mengucapkan terima kasih atas perhatian Abu Hanifah.

"Bolehkah saya tahu namamu, tuan?", tanya si anak kecil.

"Nu'man namaku.", jawab sang imam.

"Jadi, tuan lah yang selama ini terkenal dengan gelaran Al-Imam Al-A'dhom (Imam Agung) itu..?", tanya si anak kecil.

"Bukan aku yang memberi gelaran itu, masyarakatlah yang berprasangka baik dan memberi gelaran itu kepadaku."

"Wahai Imam, hati-hati dengan gelaran mu itu. Jangan sampai tuan tergelincir ke neraka kerana gelaran."

"Sepatu kayuku ini mungkin hanya menggelincirkan aku di dunia. Tapi gelaran mu itu dapat menjerumuskan mu ke dalam api yang kekal jika kesombongan dan keangkuhan menyertainya."

Ulama besar yang diikuti banyak umat Islam itu pun tersungkur menangis. Imam Abu Hanifah (Hanafi) bersyukur. Siapa sangka, peringatan datang dari lidah seorang anak kecil.

Betapa banyak manusia tertipu kerana pangkat, jawatan, jabatan, tertipu kerana kedudukan dan tertipu kerana kemaqamannya. Jangan kita jadikan gelaran di dunia untuk keangkuhan.

Ya Karim!

Semoga kita menjadi seseorang yang lebih bertanggung jawab lagi.

May 14, 2015

7 Keajaiban Dunia

Seorang guru memberikan tugas kepada siswanya untuk menuliskan 7 Keajaiban Dunia. Tepat sebelum kelas usai siang itu, semua siswa diminta untuk mengumpulkan tugas mereka.

Seorang gadis kecil yang paling pendiam di kelas itu, mengumpulkan tugasnya paling akhir dengan ragu-ragu. Tidak ada seorangpun yang memperhatikan hal itu.

Malamnya sang guru memeriksa tugas itu.

Sebagian besar siswa menulis demikian, Tujuh Keajaiban Dunia:
1. Piramida
2. TajMahal
3. Tembok Besar Cina
4. Menara Pisa
5. Kuil Angkor
6. Menara Eiffel
7. Kuil Parthenon

Lembar demi lembar memuat hal yang hampir sama. Beberapa perbedaan hanya terdapat pada urutan penulisan daftar tersebut. Tapi guru itu terus memeriksa sampai lembar yang paling akhir. Tapi saat memeriksa lembar yang paling akhir itu, sang guru terdiam. Lembar terakhir itu milik si gadis kecil pendiam.

Isinya seperti ini, Tujuh Keajaiban Dunia:
1. Bisa Melihat
2. Bisa Mendengar
3. Bisa Menyentuh
4. Bisa diSayangi
5. Bisa Merasakan
6. Bisa Tertawa, dan
7. Bisa Mencintai.

Setelah duduk diam beberapa saat, sang guru menutup lembaran tugas siswanya. Kemudian menundukkan kepalanya berdoa. Mengucap syukur untuk gadis kecil pendiam di kelasnya yang telah mengajarkannya sebuah pelajaran hebat, yaitu: Tidak perlu mencari sampai ke ujung bumi untuk menemukan keajaiban. Keajaiban itu ada di sekeliling kita untuk kita miliki dan tak lupa untuk kita syukuri.

Jom renungkan.

Kita hidup di gunung, merindukan pantai.
Kita hidup di pantai, merindukan gunung.
Kalau kemarau kita tanya bila hujan?
Di musim hujan kita tanya bila kemarau?
Diam di rumah, berkeinginan untuk keluar.
Setelah keluar berkeinginan untuk pulang.
Waktu sunyi mencari keramaian.
Waktu ramai cari ketenangan.
Ketika bujang mengeluh keinginan untuk berkahwin.
Sudah berkeluarga mengeluh belum miliki anak.
Setelah ada anak, mengeluh perbelanjaan hidup.

Ternyata, sesuatu nampak indah kerana belum kita miliki.

Bilakah kebahagiaan akan diperolehi kalau kita sentiasa memikirkan apa yang belum ada, tapi mengabaikan apa yang sudah kita miliki. Jadilah peribadi yang selalu bersyukur dengan rahmat dan nikmatyang sudah kita miliki.

Mungkinkah selembar daun yang kecil dapat menutup bumi yang luas ini? Sedangkan menutup telapak tangan sahaja pun sudah begitu sukar. Tapi, kalau daun kecil ini melekat di mata kita, maka tertutuplah bumi dengan daun.

Begitu juga bila hati ditutupi fikiran buruk sekecil manapun, maka kita akan melihat keburukan di mana-mana, bumi ini sekalipun akan nampak buruk. Jadi, janganlah menutup mata kita, walaupun hanya dengan daun yang kecil. Janganlah menutup hati kita dengan sebuah fikiran buruk, walaupun cuma sehujung kuku.

Syukuri apa yang sudah kita miliki, sebagai modal untuk memuliakan-Nya. Kerana hidup adalah, waktu yang dipinjamkan dan amanah yang dipertanggungjawabkan.

Bersyukurlah atas nafas yang masih kita miliki.
Bersyukur atas keluarga yang kita miliki.
Bersyukur atas pekerjaan yang kita miliki.
Bersyukur atas kesihatan yang kita miliki.
Bersyukur atas rahmat dan nikmat yang kita miliki.
Bersyukur dan sentiasa bersyukur di dalam segala perkara.

Semoga kita mendapat manfaat dan sentiasa bersyukur.

May 12, 2015

Penjual besi buruk yang bosan

Seorang penjual besi buruk bertanya kepada seorang Ustaz..

"Ustaz..! Kenapa ya..! Saya merasa bosan dengan hidup saya yang begini-begini..! Terus hambar, tak ada arahnya, tak ada nikmatnya..! Bosan saya Ustaz..! Saya ingin bahagia tapi kenapa susah ya?"

Ustaz pun menjawab :
"Oohh..! Mungkin masa ini Allah juga lagi bosan dengan tuan."

"Allah bosan dengan saya? Maksudnya macamana Ustaz?" Tanya si tukang besi kembali.

Ustaz menjelaskan :
"Mungkin Allah penat cari tuan tapi tak pernah jumpa pun. Dicari di antara ahli dhuha, tuan tak ada. Dicari di antara ahli tahajjud juga tak ada.

Dicari di antara ahli puasa sunat juga tak ada. Dicari di antara ahli sedekah, juga tak kelihatan.

Dicari di antara ahli Qur'an, tuan juga tak ada di sana. Dicari di antara ahli umrah, niat pun tuan belum buat.

Dicari di antara orang-orang yang khusyuk solatnya, tuan juga tak ada. Dicari di antara ahli selawat pun tak ada. Dicari di antara yang menuntut ilmu apa lagi.

Lalu Allah swt mau cari tuan di mana lagi..? Cuba tuan bagitau..! Cakaplah jangan terdiam pulak..!"

Lalu..! Menangislah si tukang besi tadi sambil mengusap airmatanya, dia beristighfar.

Segeralah kembali kepada Allah..! Dekatliah Allah. Hanya Allah sajalah ZAT yang boleh mententeramkan hidup kita.

May 7, 2015

Allah itu Maha Baik dan Maha Sempurna ~ Kisah Raja dan Hambanya

Seorang hamba raja selalu berkata kepada raja, "Tuanku jangan kecewa kerana Allah itu baik dan apa yang Allah lakukan adalah sempurna, tiada kesilapan".

Pada suatu hari, mereka pergi memburu dan haiwan buas telah menyerang raja. Pembantu Raja itu berjaya membunuh haiwan itu tetapi satu jari baginda hilang lalu dia dimarahi tanpa rasa berterima kasih. Raja berkata, “Jika Tuhan baik saya tidak akan diserang dan hilang satu jari”.

Hamba itu tetap menjawab, “Walaupun semua ini terjadi, saya tetap katakan Allah itu baik dan tidak pernah salah. Semua yang Dia aturkan adalah sempurna”. Raja yang marah dengan jawapan itu terus memerintahkan supaya pembantunya dipenjarakan.

Selepas itu Raja pergi berburu sendirian tanpa pembantu lalu telah ditangkap oleh orang asli yang mencari manusia untuk dikorbankan. Tiba-tiba didapati raja tidak mempunyai satu jari lalu dibebaskan kerana dianggap tubuhnya “tidak lengkap" sebagai korban. Raja amat bersyukur lalu berkata dalam hatinya, “Betullah kata hamba ku.. Allah memang amat baik pada ku”.

Sekembalinya ke istana, Raja terus memerintahkan supaya hambanya dibebaskan dan berkata, “Tetapi saya muyskil. Jika Tuhan begitu baik, mengapa Dia membenarkan saya penjarakan kamu?

Hambanya menjawab, “Jika saya tidak dipenjarakan, tentu saya akan pergi dengan Tuanku dan akan dikorbankan, kerana saya tidak mempunyai jari yang hilang”. Raja bersetuju dan amat gembira.

Kisah Musa a.s. dan Hamba Allah (Hidir a.s.) dalam surah al-Kahfi ayat 71-82 juga ada persamaan pelajarannya. Ada baiknya kita pelajari buat pedoman keluarga.

INGATLAH, YAKINLAH…

Semua yang Allah izinkan terjadi itu adalah baik dan sempurna, Dia tidak pernah salah. Sentiasalah bersangka baik dan jadikan musibah dan ujian sebagai satu sarana untuk memandaikan kita sepertimana anak sekolah juga.

QS: 2. Al Baqarah 214. Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.

QS: 3. Ali 'Imran 142. Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal BELUM NYATA bagi Allah orang-orang yang berjihad di antaramu dan belum nyata orang-orang yang SABAR.

Allah juga mengetahui mengapa dia memilih anda untuk membaca artikel ini... Kerana ALLAH ITU BAIK DAN SEMPURNA...

Allah itu baik dan sempurna !!!
SUBHANALLAH… ALHAMDULILLAH… ALLAHUAKBAR

Mar 1, 2015

Doa Dipermudahkan Urusan

اللهُمَّ لا سَهْلَ إلا مَا جَعَلتَهُ سَهْلا وَ أنتَ تَجْعَلُ الحزْنَ إذا شِئْتَ سَهْلا

Allahumma la sahla illa ma ja’altahu sahla, wa ‘anta taj-alul hazna idha shi’ta sahla

Maksud: “Ya Allah, tiada kemudahan melainkan apa yang Engkau jadikannya mudah, dan Engkau yang menjadikan tanah (yang sulit dan keras, yakni kesusahan), itu mudah jika Engkau mengkehendakinya”

- Hadith diriwayatkan Ibnu Sinni & Ibnu Hibban.

Feb 1, 2015

Rantai Kesayangan

Di suatu malam seorang ayah membacakan Taklim Rumah dengan keluarganya yang terdiri dari isterinya dan 4 orang anaknya. Setelah membacakan hadis, si ayah bertanya kepada anak perempuannya yang sulung.
"Nak! Adakah kamu sayang Ayah?"
Si anak menjawab, "Tentu saja aku sayang Ayah"
Ayahnya tersenyum lalu bertanya, "Kalau begitu, boleh Ayah minta rantaimu?"
Lalu si anak menjawab, "Ayah! Aku sayang Ayah, tapi aku juga sayang sama rantai ini..!"
Lalu Ayahnya berkata, "Ya! Sudah tidak apa-apa. Ayah hanya bertanya saja" Si ayah lalu pergi.

Di malam berikutnya selama 3 hari berturut-turut, ayahnya bertanyakan hal yang sama dan si anak pun menjawab dengan kata-kata yang sama. Si anak berfikir sambil memegang rantai TIRUAN kesayangannya itu,
"Kenapa tetiba Ayah mau rantai ini? Ini kalung yang paling aku sayangi. Rantai ini pun pemberian Ayah juga."

Malam berikutnya, sang Ayah menanyakan hal yang sama. Lalu si anak berkata,
"Ayah! Ayah tahu aku sayang sama Ayah dan juga kalung ini. Tapi kalau Ayah nak rantai ini, takpa akan ku berikan kepada Ayah..!"

Si anak memberikan rantainya dan Ayahnya mengambilnya dengan tangan kiri. Lalu Ayahnya memasukkan tangan kanannya ke saku kanan dan mengambil rantai berbentuk sama namun emasnya tulen.

Ayahnya mengenakannya pada leher anaknya,
"Anakku! Sebetulnya rantai ini sudah ada di saku Ayah sejak pertama kali Ayah meminta rantaimu! Tapi Ayah menunggu kamu memberikan sendiri rantaimu itu dan Ayah gantikan dengan yang lebih baik dan cantik..!"

Si anak menangis terharu.

Kadangkala kita merasakan Tuhan tidak adil. Dia yang memberikan tapi kenapa Dia juga yang mengambilnya?

Kadang-kadang kita rasa sakit hati, sedih dan kecewa. Tapi tidakkah kita tahu, di saat Allah mengambil sesuatu yang berharga dari kita, Allah punya rancangan lain?

Allah mau menggantikannya dengan yang LEBIH BAIK lagi dari apa yang sudah kita miliki sekarang.

Jadi, bersabarlah! Terimalah apapun yang kita alami. Beramallah! Berilah apa yang harus kita berikan. Ikhlaslah dengan segala yang kita lakukan.

Kembalikanlah apa yang diminta Allah swt. Dan tetaplah bersyukur, maka rezekimu akan dilipat-gandakan.

MENUKAR DUNIA FANTASI, DUNIA KHAYALAN KEPADA REALITI ALAM AKHIRAT YANG KEKAL SELAMA-LAMANYA!!

J A N J I  A L L A H P A S T I L A H  B E N A R !

Jan 1, 2015

Lirik dan makna Selawat Solla Alaikallah - Terjemahan Selawat Adnaniyyah


SELAWAT ADNANIYYAH (BANI ADNAN)

صلى عليك الله يا عدنان
Tuhan memberkati kamu, wahai Adnan (Datuk Nabi yang ke-20)
 
يا مصطفى يا صفوة الرحمن
Wahai Yang Terpilih Wahai Yang Penuh keIkhlasan & Pengasih
 
الحمد لله الذي أعطاني
Segala puji bagi Allah yang mengurniakan kepada ku
 
هذا الغلام الطيب الأردان
Anak lelaki yang baik akhlaknya dan sifatnya
 
قد ساد فى المهد على الغلمان
Kebaikannya itu telah mengatasi dengan jelas anak-anak lelaki lain
 
أعيذه بالبيت ذي الأركان
Ku melindunginya dengan rumah yang mempunyai kerukunan/peraturan(melindunginya dengan Allah “Tuhan Ka’bah”)
 
حتى أراه بالغ البنيان
Sehingga aku melihatnya sudah baligh/matang dan bertubuh kuat dan sihat
 
أنت الذي سمية في القرآن
Engkaulah yang telah disebutkan (dinamakan) di dalam Al-Quran
 
أحمد مكتوب على الجنان
Ahmad yang tertulis di langit
 
صلى عليك الله في الأحيان
Allah memberkatimu dalam kehidupan yang berterusan
 
أحمده في السر والبرهان
Ku memujinya secara rahsia dan nyata (dalam hati dan lafaz dengan lidah)
 
حقا على الإسلام والإيمان
Yang benar-benar berhak ke atas Islam & Iman
 
يا ربنا بالمصطفى العدنان
Wahai Tuhan Kami, kami bertawassul dengan berkat yang terpilih dari Bani Adnan
 
اغفر ذنوبي ثم أصلح شأني
Ampunkanlah kiranya dosa-dosaku,kemudian perbaikilah kiranya diriku ini